Kesenian Angguk Simpangan

Website Resmi Desa Karangtengah, Batur, Banjarnegara

Angguk merupakan kesenian yang melambangkan bahwa masyarakat Dusun Simpangan Desa Karangtengah memiliki nilai kearifan lokal yang tinggi. Kesenian ini menunjukkan pengaruh budaya Islam yang berakultasri dengan budaya jawa. Kesenian Angguk mulai berkembang pada tahun 1975 di Dusun Simpangan. Kata ‘Angguk’ dipilih karena kesenian ini memperlihatkan gestur kesopanan sepanjang pertunjukkannya. Pada tahun 1989 kesenian yang sering dikenal dengan nama imo-imo oleh warga setempat ini sempat mati suri dikarenakan kejenuhan para anggotanya. Baru-baru ini kesenian angguk dikembangkan kembali karena merupakan aset kebudayaan Desa Karangtengah.

Sepanjang berjalannya kesenian Angguk diiringi dengan lafalan puji-pujian kepada Allah SWT dan Rasulnya dalam Bahasa Jawa. Selain lafalan pujian, lagu yang mengiringi jalannya kesenian Angguk ini berisi petuah atau nasehat positif untuk menjalani kehidupan dengan baik.  Jumlah penari dalam kesenian ini berjumlah kurang-lebih 10 orang dilengkapi dengan kostum yang meriah dan selendang untuk menunjang gerakan tarian angguk. Iringan musik tradisional yang berasal dari jedor, rebana dan kendang juga menambah kemeriahan pertunjukkan kesenian Angguk.

Sumber :

https://karangtengah.weebly.com/budaya-dan-kesenian.html