Makam Raden Mangkuyuda dan Natayuda

Website Resmi Desa Karangtengah, Batur, Banjarnegara

Potensi wisata yang dimiliki Desa Karangtengah sangatlah beragam, salah satunya adalah warisan kultural berupa makam yang dikenal dengan masyarakat sekitar dengan istilah punden atau pepunden.  Menurut masyarakat setempat, tokoh yang dimakamkan di kompleks pemakaman ini adalah Raden  Mangkuyuda dan Raden Natayuda. Sebenarnya masyarakat tidak pernah mengenal secara personal dengan kedua tokoh tersebut, tetapi mereka meyakini bahwa kedua tokoh ini merupakan tokoh yang melakukan babat alas di kawasan Dieng. Raden Mangkuyuda dan Raden Natayuda diyakini berjasa membuka lahan untuk pemukiman dan mengembangkan potensi pertanian di kawasan dataran tinggi Dieng.

Demi menggali lebih dalam informasi mengenai figur Raden Mangkuyuda dan Raden Natayuda beberapa upaya telah dilakukan. Baik dari mayarakat sekitar maupun pihak lain yang tertarik ingin mengungkap siapa sebenarnya kedua tokoh ini, seberapa besar peranan mereka dalam perkembangan kawasan Dieng, dan seperti apa perjalanan hidupnya. Beberapa waktu yang lalu dilakukan penelitian secara historis oleh beberapa mahasiswa jurusan sejarah Universitas Gadjah Mada mengenai tokoh Raden Mangkuyuda dan Raden Natayuda. Hasilnya adalah ditemukan satu sumber literatur yang menyatakan bahwa Raden Mangkuyuda dan Raden Natayuda merupakan keturunan dari Tumenggung Mangkurat (putra dari Sultan Trenggono). Selain itu, literatur ini juga menjelaskan bahwa Raden Mangkuyuda dan Raden Natayuda dimakamkan di Desa Karangtengah. Kedua fakta tersebut diketahui dari literatur berjudul ‘Asalsilahipun poro Noto’ yang ditulis oleh G.R.A.Y. Brata Diningrat. Kemungkinan akan ditemukan informasi lebih banyak mengenai kedua tokoh ini pada arsip Keraton Kasunanan.

Makam ini masih dipelihara dengan baik oleh masyarakat Desa Karangtengah, sehingga keberadaannya masih terawat hingga sekarang.  Hal ini karena masyarakat sekitar merasa dekat dengan kedua tokoh ini, sebagian masyarakat berjumpa dengan tokoh ini melalui mimpi. Ketika berjumpa di mimpi, tokoh ini selalu mengingatkan untuk menjalankan syariat Islam dan mengingatkan untuk tetap di jalan Allah. Makam ini mulai ramai didatangi peziarah pada tahun 1950-an, sebagai wujud penghormatan terhadap jasa-jasa kedua tokoh ini di wilayah Dataran Tinggi Dieng di masa lalu.  Setiap memasuki bulan syuro, para peziarah datang dari berbagai tempat untuk memperingati khol. Khol  merupakan bentuk peringatan kepada kedua tokoh ini. Khol merupakan budaya yang hampir sama dengan kebudayaan jawa lainnya seperti nyadran misalnya. Inti dari kegiatan khol ini merupakan mendoakan orang-orang yang sudah meninggal dan menghargai jasa-jasa di masa lalu orang yang telah meninggal tersebut. Biasanya para peziarah melantunkan doa-doa seperti Al-fatihah, Wirid, Surat Yasin dan bermunajat kepada Allah. Bahkan menurut memori kolektif masyarakat setempat, Proklamator RI pernah sesekali berziarah ke makam ini. Sampai saat ini tradisi ziarah ke makam masih terjaga dengan baik di Desa Karangtengah.

Makam Raden Mangkuyuda dan Raden Natayuda berjarak 2 km dari kompleks Candi Arjuna, tepatnya terletak di tepi jalan Batur yang menghubungkan Dieng dengan Kecamatan Batur. Makam ini terletak berdekatan dengan wisata alam Desa Karangtengah yaitu Telaga Merdada. Makam ini dikelilingi oleh pepohonan hijau yang sangat tinggi, hingga terllihat dari kejauhan seakan pepohonan itu membelah langit Dataran Tinggi Dieng. Diantara pepohonan itu terdapat pohon puspa dengan tinggi sekitar 25 meter, pohon puspa merupakan pohon yang tergolong langka. Keberadaan pepohonan ini menambah kekhusyukan di hati para peziarah ketika mengunjungi makam ini. Pada sore hari, tampak kabut yang menghiasi dahan-dahan pohon puspa sehingga kompleks makam ini memiliki keindahannya tersendiri.

Perbaikan infrastruktur dan kegiatan-kegiatan rutin seperti membersihkan area makam, dan merawat pepohonan langka yang ada terus dilakukan oleh panitia pelestarian alam sebagai usaha untuk memelihara kelestarian situs warisan budaya ini. Di masa mendatang, makam Raden Mangkuyuda dan Raden Natayuda diharapkan menjadi tujuan wisata religi yaitu ziarah bagi peziarah-peziarah dari berbagai daerah seperti pada makam walisongo, dan makam kyai serta raja-raja zaman dahulu. Beberapa homestay milik warga setempat di sekitar wisata alam Telaga Merdada dan Makam mangkuyuda serta Natayuda  telah dipersiapkan apabila ada peziarah/wisatwan yang datang dari luar kota hendak menginap untuk menikmati setiap keindahan Desa Karangtengah sebagai desa wisata.

Sumber :

https://karangtengah.weebly.com/obyek-wisata.html

Ingin menggali lebih dalam tentang sosok Raden Mangkuyuda dan Natayuda? Klik tautan berikut!

https://drive.google.com/file/d/1I1FrFR429THHDs9ghQLgl4MvymFBQ9r3/view?usp=sharing